Senja Penuh Sayatan

senja menjadi awal dari sebuah malam
ditemani deru kendaraan diluar sana angin bertiup kencang
pun matahari yang mulai rehat karena kelelahan
disini aku dan kamu terdiam
dengan takzim terus saling memperhatikan
membendung emosi membiarkan perasaan terus berjalan
tak berani menyalahkan karena memang tak perlu disalahkan
matamu mataku menatap namun enggan berpaling
tanganmu tanganku saling menggengggam namun enggan melepas
lidahmu lidahku kelu tak mampu ucap sebuah kata
disini aku dan kamu terdiam
hanya bisa mencaci waktu dalam umpatan
mengubur segala rasa dalam hati penuh sayatan
tak mampu menyalahkan pertemuan singkat nan melelahkan
lelah karena harus bersabar
lelah karena harus memulai hidup dalam penantian
lelah karena harus menanggung rasa rindu yang menggelora
kini senja juga menjadi awal dari kisahmu dan kisahku
kisah panjang yang bermula dari pertemuan singkat
tak lama, namun layak dikenang
perlahan matamu mulai berpaling
tanganmu mulai melepas
lidahmu mulai ucapkan kata perpisahan
dan aku tetap terdiam
namun mata mulai munculkan bulir kesedihan
sembari memperhatikanmu yang mulai menghilang
ditengah deru kendaraan yang kian mengencang
dan aku tetap terdiam
bertekad menanti dengan segenap rindu
dan berharap kau kembali agar dapat bertemu
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s